
Haii semua, kali ini saya akan membagikan pengalaman saya ketika mengajar anak usia 7 - 14 tahun. Tempat saya mengajar ini bukan di tempat yang formal seperti madrasah atau sekolah, namun saya mengajar mengikuti teman saya yang membuka sebuah tempat les. Tidak begitu lama saya mengajar di tempat itu, tapi pengalaman yang saya dapatkan luar biasa bermanfaat karena menjadi sebuah keterampilan dasar saya mengenai dunia pendidikan. Selanjutnya kita akan melihat terlebih dahulu definisi dari proses belajar dan mengajar itu seperti apa, menurut para ahli, sebagai berikut:
- Mengajar adalah bagian daripada adanya serangkaian aktivitas atau kegiatan kompleks yang dilakukan guru untuk menyampaikan pengetahuan kepada siswa, sehingga terjadi proses belajar.
- Nana Sudjana (1989), mengajar adalah suatu proses yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar - mengajar.
- W. Gulo, mengajar ialah usaha untuk memberikan ilmu pengetahuan dan usaha untuk melatih kemampuan berbagai cara. Bisa dilakukan dengan cara guru langsung mengajar di kelas atau dapat juga dengan menggunakan alat pembelajaran.
Baca juga : Donat Kentang Empuk dengan Harga Ekonomis
Kita lanjutkan kembali, jadi dapat disimpulkan dari definisi secara umum diatas serta menurut para ahli bahwa mengajar adalah proses perpindahan suatu informasi dari seseorang kepada orang lain. Waktu itu saya yang baru oertama kali mendapati kondisi mengajari orang lain sebuah informasi, bingung menjadi rasa yang sangat besar muncul dalam benak saya. Karena jika memahami sesuatu untuk diri sendiri lebih mudah dilakukan dibandingkan menjelaskan sesuatu kepada orang lain. Tantangan yang dihadapin oleh saya waktu itu selain belum mempunyai pengalaman sama sekali yaitu harus menghadapi anak - anak yang duduk dibangku tk sampai sd. Fase yang mempunyai dunia nya sendiri menjadi suatu tantangan tersendiri untuk saya ketika ingin mengajari sesuatu kepada murid yang ada.

Nahh foto diatas ini salah satu dokumentasi yang saya ambil ketika mengajar anak saat les, kebetulan anak yang berada dalam foto ini merupakan anak yang memberi banyak pengalaman mengajar dan bersabar😅. Tempat les tersebut hanya beralaskan sebuah karpet dan proses belajar megajar dilakukan diatas lantai. Hal tersebut tidak mengurangi esendi dari proses perpindahan informasi, karena sesuai dengan pengertian dari Bapak Nana Sudjana diatas yaitu mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar - mengajar. Saya bersama teman saya mengorganisasikan lingkungan belajar sehingga selama proses belajar dan mengajar dapat berjalan dengan seru dan nyaman. Materi yang diajarkan kepada anak - anak itu adalah membantu meraka tentang segala materi yang diajarka di sekolah dari kelas 1 sekolah dasar sampai kelas 6 sekolah dasar, membantu menjelaskan kembali bagaimana mengerjakan pr, belajar membaca, belajar menulis, dan belajar berhitung. Selain itu juga saya dan teman saya disana mengajarkan mengaji anak - anak dari yang belum dapat membaca sama sekali samapi yang sudah sampai membaca juz amma. Berbagai aktivitas mengajar itu saya lakukan bersama teman saya dari pukul 9 pagi sampai dengan pukul 11 dan pukul 13.00 sampai pukul 14.00 apabila ada yang tidak mengikuti les di pagi hari. Selama saya melakukan kegiatan mengajar tersebut saya mengucapkan terima kasih kepada teman saya yang sudah menerima dan mempersilahkan ikut dalam mengajar les ditempatnya. Dia dan kedua orang tuanya tidak sungkan untuk membantu saya bagaimana caranya menyikapi ketika mengajar anak - anak. Oleh karena itu saya mendapatkan sebuah pengalaman yang berarti ini.
Tujuan saya membagikan pengalaman ini adalah untuk mengajak teman - teman agar menghargai sera menghormati seorang guru. Dalam jenjang pendidikan sekolah dasar sampai kuliah pun kita diwajibkan untuk menghargai dan menghormati seorang guru karena atas jasa mereka lah kita dapat menjadi pribadi yang sekarang ini. Contoh kecilnya adalah kita dapat membaca serta menulis sekarang ini tidak dapat luput dari jasa seorang guru kita saat masa kanak - kanak yang dengan sabarnya mengajarkan caranya membaca dan menulis. Walaupun saya mengalami dalam ruang lingkup yang keci dan sederhana, tetapi saya membayangkan beban dari seorang guru disekolah yang mempunyai kewajiban kepada banyak siswanya untuk dijadikan sebuah contoh agar mempunyai sikap dan pengetahuan yang baik.
Baca juga : 5 Gerakan Olahraga Sederhana di Rumah
Sekian pengalaman yang dapat saya bagian ini kepada teman - teman, mohon maaf apabila ada kekurangan dan salah dalam penulisan. Terima kasi semuanya, byee.
9 Komentar
Mantap kak, cara kita bisa menarik perhatian adek adek gimana ya kak?
BalasHapuscara saya pakai konsep bermain sambil belajar sih kak jadi memberikan kesan yang tidak kaku
HapusKeren ka, inspiratif bgt
BalasHapuswahh seru banget pengalamannyaa
BalasHapusNgajar anak2 memang seru ya kak, susahnya nahan sabar itu:(
BalasHapuswow keren kak pengalamannya
BalasHapusseruw yaa
BalasHapuswah kece, semoga yg diajarkan bermaanfaat buat murid-muridnya
BalasHapusbetul min, profesi sebagai guru merupakan profesi yang mulia karena mengajarkan kita dari tidak bisa menjadi bisa.
BalasHapus